ke Pengenalan Video Shooting SJM ~ Sekolah Jurnalistik dan Multimedia (SJM)

Pengenalan Video Shooting SJM


Masyarakat dapat melihat keadaan yang jauh dari mereka, lalu mendiskusikan dan menganalisa bersama pesan-pesan apa yang disampaikan dari video. Pesan-pesan yang baik dapat menjadi contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Begitu kuatnya pesan-pesan yang bisa disampaikan melalui video, maka akan melahirkan suatu sarana edukasi dan hiburan bagi penonton atau pemirsa dapat menikmati video, karena tidak hanya menyaksikan gambar-gambar bergerak, tapi juga suara atau musik dari sebuah video.

Video selanjutnya dapat dibuat film dokumenter atau semi dokumenter untuk berbagai keperluan, seperti laporan, media pengorganisasian masyarakat, kampanye dan sebagainya. Penonton atau pemirsa dapat menikmati video, karena tidak hanya menyaksikan gambar-gambar bergerak, tapi juga suara atau musik dari sebuah video. Berikut ini ada beberapa panduan dalam diklat pengenalan video yang diselenggarakan oleh School of Journalism and Multimedia atau Sekolah Jurnalistik dan Multimedia (SJM)


JENIS-JENIS PRODUKSI VIDEO

1. Video Dokumenter
Video dokumenter perlu mengkonsep bersama tim.
- Napak tilas, sejarah, kependudukan, lingkungan, dll

2. Video Liputan Komersial
Merupakan dokumentasi event yang tidak perlu mengkonsep, karena konsep tersebut telah dibuat oleh panitia/ klien.
- Wedding, HUT,  Seminar, Peresmian, dll

3. Produksi Video Pendek
Yaitu video klip yang memerlukn konsep. Anda tentu sudah pernah melihat video klip Spiderman atau film James bond atau video acara resepsi pernikahan, dapatkah anda bayangkan bagaimana cara membuat video klip sehingga terjadi suatu cerita yang menarik dan berurutan? Padahal dalam pengambilan gambar (shooting) tidak selalu dilakukan berurutan seperti pada filmnya, sepertinya susah bukan? Tapi ternyata tidak sesulit yang anda bayangkan, hanya bermodalkan kreatifitas dan imajinasi anda dapat membuat video klip seperti diatas. Penyutingan Video Klip (Video Editing) adalah suatu proses perpaduan antara seni dan teknik untuk mengambil, memotong, membuang atau menambah dan merangkai klip-klip menjadi suatu rangkaian cerita yang bermakna, menarik dan hidup sehingga enak untuk ditonton.

4. Video Jurnalis
Jurnalis televisi sangat bergantung pada informasi yang tertangkap oleh gambar. Informasi dalam gambar bergerak ini lah yang memberi karakter pada hasil liputan mereka. Selain unsur-unsur jurnalistik, sebuah berita televisi harus melibatkan gambar orang, lokasi dan wawancara dimana sebuah kejadian berita. Pelatihan intensif ini dirancang khusus untuk jurnalis media cetak dan pembuat dokumentasi video yang ingin menjadi jurnalis video.


MATERI-MATERI VIDEO SHOOTING
- pengenalan peralatan,
- teknik-teknik shooting,
- komposisi pengambilan gambar,
- membuat naskah dan story board sederhana,
- teknik-teknik wawancara,
- shooting di lapangan, dan
- editing digital.


Pada Langkah Awal Ini Belajar Video Tingkat Pemula Meliputi:
- pengetahuan dasar dan teori, diantaranya komposisi, framing, pencahayaan, dan lainnya,
- pengenalan peralatan kamera, menu, pengenalan peralatan lighting,
- pelatihan penggunaan peralatan kamera, praktek lapangan set up pencahayaan.


PAKEM DENGAN PRINSIP 3T
- Tahu Alat (kamera, film/kaset, alat pendukungnya)
- Tahu Kondisi (cuaca, indoor-outdoor)
- Tahu Permisi (ijin, birokrasi, konsep, flekibel)


TIPS-TIPS:
- Kenalilah objek anda
- Memperindah objek
- Lakukan riset atau survey sebagai eksplorasi objek
- Gunakan sistem STOP (Silent/diam, Thinking/berpikir, Observation/pengamatan, Planning/perencanaan) --> konsep --> dituangkan dalam pengambilan gambar secara proporsional.



TIPS MEREKAM VIDEO DENGAN PONSEL

Mengabadikan gambar saat ini semakin mudah, apalagi dengan banyaknya ponsel yang dilengkapi fasilitas video. Untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik, berikut tips singkat yang bisa dicoba :

1. Lebih dekat ke obyek.
Ponsel kamera yang beredar kebanyakan tidak dibekali dengan lensa zoom yang maksimal, jadi pastikan Anda mendekati obyek yang akan dibidik.

2. Hati-hati dengan cahaya
Cobalah untuk mengambil gambar dalam kondisi penerangan yang cukup. Saat merekam di bawah terpaan sinar matahari, obyek jangan membelakangi datangnya cahaya, karena obyek akan menjadi gelap.

3. Steady
Jaga keseimbangan. Usahakan tangan Anda jangan sampai bergoyang saat merekam. Ini untuk menjaga agar video Anda enak dilihat.

4. Hindari penggunaan digital zoom
Dekatkan diri ke obyek dengan cara menggeser posisi Anda, bukan dengan digital zoom. Penggunaan digital zoom bisa membuat kualitas gambar berkurang.

5. Hindari Panning.
Kecuali bila itu diperlukan untuk memperlihatkan situasi/ kondisi di sekitar. Misal kepanikan warga, kebakaran, dll.

0 komentar:

Posting Komentar